Breaking News

Tugas Pokok dan Fungsi

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Bagian Kesatu

Susunan Organisasi

Susunan organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, terdiri atas:

  1. Kepala Dinas.
  2. Sekretariat, terdiri atas:
  3. Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi;
  4. Sub Bagian Keuangan dan Aset; dan
  5. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
  6. Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka, terdiri atas:
  7. Seksi Industri dan Logam;
  8. Seksi Industri Alat Transportasi dan Elektronika; dan
  9. Seksi Industri Tekstil dan Aneka.
  10. Bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan, terdiri atas:
  11. Seksi Industri Kimia;
  12. Seksi Industri Agro; dan
  13. Seksi Industri Hasil Hutan.
  14. Bidang Perdagangan, terdiri atas:
  15. Seksi Bahan Pokok dan Barang Penting;
  16. Seksi Bina Usaha, Pemasaran, Promosi dan Pendaftaran Perusahaan; dan
  17. Seksi Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga.
  18. Bidang Sarana Distribusi Dan Logistik, terdiri atas:
  19. Seksi Sarana dan Prasarana Pasar.
  20. Seksi Pengelolaan Pedagang Kreatif Lapangan; dan
  21. Seksi Penanganan Retribusi Pasar.

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan

  • Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan lingkup industri dan perdagangan serta sarana distribusi dan logistik.
  • Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:
  1. menyelenggarakan kebijakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang sudah ditetapkan;
  2. menetapkan kegiatan Sekretaris dan para Kepala Bidang di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya sesuai petunjuk dan ketentuan yang sudah ditetapkan, sehingga diperoleh sinkronisasi dalam pelaksanaan tugas;
  3. menetapkan dan mengatur Sekretaris dan para Kepala Bidang dalam melaksanakan tugasnya agar sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang sudah ditetapkan;
  4. mendisposisikan kegiatan administrasi, organisasi dan Tatalaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya sesuai petunjuk dan ketentuan yang sudah ditetapkan dan agar tercapai hasil yang optimal;
  5. menyelenggarakan kegiatan dan program di bidang perindustrian dan perdagangan berdasarkan skala prioritas yang berkesinambungan guna mencapai keberhasilan penyelenggaraan kegiatan dan program berikutnya;
  6. menyelenggarakan koordinasi dengan instansi terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
  7. mendisposisikan surat-surat masuk dan keluar, nota dinas dan nota pertimbangan baik kepada pimpinan tingkat atas maupun pimpinan terbawah sesuai petunjuk dan ketentuan yang sudah ditetapkan agar tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan;
  8. menyelenggarakan pelaksanaan kegiatan di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya berdasarkan pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  9. menetapkan penilaian kerja bawahan berdasarkan prestasi kerja sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  10. melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan.

 

Sekretaris

(1)  Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan mempunyai tugas  melaksanakan pelayanan teknis dan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. merumuskan rencana kerja dan langkah-langkah kegiatan Sekretariat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya sebagai acuan pelaksanaan tugas;
  2. merumuskan dan mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Sekretariat sesuai dengan bidang tugas masing-masing agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang sudah ditetapkan;
  3. memeriksa hasil kerja para Kepala Sub Bagian di Lingkungan Sekretariat sesuai dengan petunjuk agar tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan;
  4. mengembangkan administrasi kepegawaian, meliputi proses usulan kenaikan pangkat, menyusun DUK, Gaji Berkala, Pensiun, Daftar Nominatif dan Formasi PNS, Diklat PNS, Surat Izin, Cuti, Sakit serta menyiapkan dan merekapitulasi daftar hadir PNS, serta pengawasan dan pembinaan terhadap tugas-tugas pokok tenaga kontrak;
  5. mengembangkan administrasi keuangan, perencanaan anggaran dan menyiapkan dana serta pertanggungjawaban keuangan berdasarkan peraturan Perundang-Undangan yang sudah ditetapkan;
  6. mengembangkan administrasi perlengkapan meliputi inventaris aset dinas, pemeliharaan barang, membuat usulan/mengadakan ATK dan perlengkapan Rumah Tangga Kantor serta menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan;
  7. merumuskan seluruh satuan organisasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dalam menyusun RENJA, RENSTRA, LKIP, LKPJ, LPPD, Penetapan Kinerja, NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria), SOP, SPM, RKA dan DPA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya;
  8. memeriksa usulan pengangkatan/pemberhentian Bendahara Pengeluaran, Panitia Pengadaan Barang dan Jasa (P2BJ) dan Panitia Pemeriksa Hasil Pengadaan (P2HP) di lingkungan sekretariat dinas;
  9. membuat disposisi dan menyelenggarakan urusan surat-menyurat, rumah tangga kantor, dan urusan lainnya yang belum diuraikan pada bidang lain;
  10. memeriksa penyusunan laporan berkala dengan seluruh Kepala Bidang;
  11. menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi

  • Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, anggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaaan kegiatan lingkup Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
  • Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:
  1. menyusun program kerja Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas serta mempelajari ketentuan, peraturan, kebijakan dan pedoman yang berhubungan dengan bidang tugas;
  2. menyusun dan menyiapkan RENSTRA, RENJA, LPPD, LKPJ, RKA, DPA, LKIP dan Perjanjian Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya;
  3. menyusun dan menyiapkan formulir-formulir isian  untuk usulan rencana kerja/kegiatan satuan organisasi (bidang-bidang) di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya;
  4. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  5. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  6. menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  7. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset

(1)  Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan dan pengelolaan keuangan dan aset lingkup Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. menyusun program kerja/kegiatan Sub Bagian Keuangan dan Aset sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
  2. mengonsep surat-surat yang berkenaan administarsi keuangan dan mengelola Tata Usaha Keuangan Dinas;
  3. menyusun dan menyelesaikan keuangan Perjalanan Dinas dan lainnya sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan;
  4. menyusun bahan-bahan dalam rangka pengusulan penerbitan SPD Belanja Modal, Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Dinas;
  5. menyusun bahan pengajuan SPP guna memperoleh penyediaan dana untuk keperluan Belanja Modal, Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Dinas;
  6. merancang dan memproses administrasi keuangan meliputi pembayaran gaji Pegawai dan Tenaga Kontrak, tunjangan lain dan menyiapkan keuangan untuk belanja pegawai;
  7. memeriksa penyiapan dana untuk kegiatan Belanja Modal, Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung dan Merancang pembuatan laporan pertanggung jawaban keuangan bulanan, triwulan dan tahunan;
  8. menganalisa dan menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) serta melaksanakan penomoran dan mendata laporan aset inventaris barang di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Kota Palangka Raya;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

  • Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, tata usaha, rumah tangga, kerjasama, komunikasi dan informasi serta ketatalaksanaan lingkup Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
  • Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:
  1. menyusun program kerja/kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
  2. menyusun dan memproses administrasi umum meliputi pengagendaan, pengaturan surat-surat/naskah yang akan ditanda tangani olah atasan, pendistribusian surat masuk dan surat keluar, pengarsipan naskah dinas/dokumen dan memproses Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD);
  3. menyusun dan memproses administrasi perlengkapan meliputi pembuatan usulan-usulan/mengadakan ATK dan perlengkapan Rumah Tangga Kantor;
  4. menyusun pegaturan tata ruang kantor, memelihara, menjaga kebersihan, dan ketertiban serta keamanan di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya;
  5. menyusun dan memproses administrasi kepegawaian usulan Kenaikan Pangkat (UKP) bagi fungsional umum, Daftar Urut Kepangkatan (DUK), kenaikan gaji berkala, administrasi pensiun, administrasi, nominatif dan Formasi ASN, surat ijin, administrasi Daftar Diklat Penjenjangan dan Fungsional ASN, mrekap daftar hadir PNS;
  6. menyusun dan memproses administrasi mutasi ASN antar instansi dan daerah bagi Fungsional Umum;
  7. melaksanakan pengesahan administrasi kepegawaian;
  8. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  9. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  10. menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  11. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka

  • Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka mempunyai tugas merumuskan, mengembangkan, mengatur dan mengawasi kegiatan bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka (ILMEA).
  • Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:
  1. merumuskan rencana kerja dan petunjuk teknis di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika Dan Aneka;
  2. mengembangkan koordinasi dan kerjasama dengan Instansi/lembaga lainnya terkait pembinaan di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika Dan Aneka;
  3. mengembangkan kegiatan pengawasan dan pengendalian di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika Dan Aneka;
  4. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  5. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  6. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  7. menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  8. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Industri Logam dan Mesin

(1)  Kepala Seksi Industri Logam dan Mesin mempunyai tugas menyusun, memeriksa dan melaksanakan kegiatan seksi Industri Logam dan Mesin.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. menyusun program kerja dan petunjuk teknis seksi Industri Logam dan Mesin;
  2. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan kerja sama dengan lembaga/instansi lain pada seksi Industri Logam dan Mesin;
  1. melaksanakan Pengembangan Sumber daya Industri, sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri Logam dan Mesin;
  2. melaksanakan Pengumpulan dan Pengolahan Data serta penyajian informasi seksi Industri Logam dan Mesin;
  3. melaksanakan monitoring dan evaluasi seksi Industri Logam dan Mesin;
  4. melaksanakan fasilitasi promosi industri seksi Industri Logam dan Mesin;
  5. melaksanakan administrasi seksi Industri Logam dan Mesin;
  6. melaksanakan perizinan Industri Logam dan Mesin;
  7. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  8. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  9. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  10. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  11. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Industri Alat Transportasi dan Elektronika

(1)  Kepala Seksi Industri Alat Transportasi dan Elektronika mempunyai tugas menyusun, memeriksa dan melaksanakan kegiatan Seksi Industri Alat Transportasi dan Elektronika.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. menyusun bahan dalam rangka penyiapan bahan koordinasi, penyusunan rencana, program dan anggaran seksi Industri Alat Transportasi dan Elektronika;
  2. melaksanakan Pengembangan Sumber daya Industri, sarana dan prasarana industri, pemberdayaan Industri Transportasi dan Elektronika;
  3. melaksanakan Pengumpulan dan Pengolahan Data serta penyajian informasi seksi Industri Alat Transportasi dan Elektronika;
  4. menyusn bahan dalam rangka melaksanakan monitoring dan evaluasi seksi Industri Alat Transportasi dan Elektronika;
  5. melaksanakan fasilitasi promosi industri seksi Industri Transportasi dan Elektronika;
  6. melaksanakan administrasi seksi Industri Alat Transportasi dan Elektronika;
  7. melaksanakan perizinan Industri Alat Transportasi dan Elektronika;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Industri Tekstil dan Aneka

(1)  Kepala Seksi Industri Tekstil dan Aneka mempunyai tugas menyusun, memeriksa dan melaksanakan kegiatan Seksi Industri Tekstil dan Aneka.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi, penyusunan rencana, program dan anggaran seksi Industri Tekstil dan Aneka;
  2. melaksanakan Pengembangan Sumber daya Industri, sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri Tekstil dan Aneka;
  3. melaksanakan Pengumpulan dan Pengolahan Data serta penyajian informasi di bidang industri Tekstil dan Aneka;
  4. melaksanakan monitoring dan evaluasi di bidang industri Tekstil dan Aneka;
  5. melaksanakan fasilitasi promosi industri seksi Industri Tekstil dan Aneka;
  6. melaksanakan administrasi seksi Industri Tekstil dan Aneka;
  7. melaksanakan perizinan industri Tekstil dan Aneka;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan

(1)  Kepala Bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan mempunyai tugas merumuskan, mengembangkan, mengatur dan mengawasi kegiatan Bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH).

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. merumuskan rencana kerja dan petunjuk teknis di bidang Industri Kimia, Agro Dan Hasil Hutan;
  2. mengembangkan koordinasi dan kerjasama dengan Instansi/lembaga lainnya terkait pembinaan di bidang Industri Kimia, Agro Dan Hasil Hutan;
  3. mengembangkan kegiatan pengawasan dan pengendalian di bidang Industri Kimia, Agro Dan Hasil Hutan Memeriksa dan mengevaluasi pelaporan pelaksanaan tugas;
  4. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  5. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  6. merumuskan penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  7. memeriksa dan menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  8. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Industri Kimia

(1)  Kepala Seksi Industri Kimia mempunyai tugas menyusun, memeriksa dan melaksanakan kegiatan Seksi Industri Kimia.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi, penyusunan rencana, program dan anggaran seksi Industri Kimia;
  2. melaksanakan Pengembangan Sumber daya Industri, sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri Kimia;
  3. melaksanakan Pengumpulan dan Pengolahan Data serta penyajian informasi di bidang industri Kimia;
  4. melaksanakan monitoring dan evaluasi seksi Industri Kimia;
  5. melaksanakan fasilitasi promosi industri seksi Industri Kimia;
  6. melaksanakan administrasi seksi Industri kimia;
  7. melaksanakan perizinan industri Kimia;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Industri Agro

(1)  Kepala Seksi Industri Agro mempunyai tugas menyusun, memeriksa dan melaksanakan kegiatan Seksi Industri Agro.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. menyusun penyiapan bahan koordinasi, penyusunan rencana, program dan anggaran seksi Industri Agro;
  2. melaksanakan Pengembangan Sumber daya Industri, sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri Agro;
  3. melaksanakan Pengumpulan dan Pengolahan Data serta penyajian informasi seksi industri Agro;
  4. melaksanakan monitoring dan evaluasi seksi industri Agro;
  5. melaksanakan fasilitasi promosi industri seksi Agro;
  6. melaksanakan administrasi seksi Agro;
  7. melaksanakan perizinan industri Agro;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Industri Hasil Hutan

(1)  Kepala Seksi Industri Hasil Hutan mempunyai tugas menyusun, memeriksa dan melaksanakan kegiatan Seksi Industri Hasil Hutan.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. menyusun penyiapan bahan koordinasi, penyusunan rencana, program dan anggaran seksi Industri Hasil Hutan;
  2. melaksanakan Pengembangan Sumber daya Industri, sarana dan prasarana industri, pemberdayaan dan peningkatan teknologi industri Hasil Hutan;
  3. melaksanakan Pengumpulan dan Pengolahan Data serta penyajian informasi seksi industri Hasil Hutan;
  4. melaksanakan monitoring dan evaluasi seksi industri Hasil Hutan;
  5. melaksanakan peningkatan daya saing dan fasilitasi promosi industri; seksi Industri Hasil Hutan;
  6. melaksanakan administrasi seksi Industri Hasil Hutan;
  7. melaksanakan perizinan industri Hasil Hutan;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Bidang Perdagangan

(1)  Kepala Bidang Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan tugas merumuskan dan melaksanakan penyusunan program, penyiapan bahan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha perdagangan, bahan pokok dan barang penting, pendaftaran perusahaan dan  pemantauan, evaluasi dan laporan kegiatan.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. merumuskan rencana kerja/kegiatan bidang perdagangan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
  2. merumuskan petunjuk teknis dan menyiapkan peleksanaan bimbingan teknis Pengembangan Usaha Perdagangan, pokok dan barang penting, Perlindungan Konsumen, Perizinan Usaha Perdagangan, Pendaftaran Perusahaan, Pengawasan dan Penyuluhan Pendaftaran Perusahaan, Pengolahan Data dan Informasi Perusahaan/Bisnis;
  3. memeriksa dan memproses rekomendasi perizinan di bidang usaha perdagangan, pendaftaran perusahaan dan penyajian buku daftar perusahaan;
  4. mensosialisasikan kegiatan dalam rangka promosi produk unggulan melalui berbagai sarana serta penyediaan informasi pasar dari aspek harga dan non harga;
  5. mengembangkan pembinaan perlindungan konsumen terhadap barang-barang yang beredar dipasaran meliputi barang dalam keadaan terbungkus (BDKT);
  6. memeriksa hasil pemantauan dan monitoring pengadaan, penyaluran dan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya, pemantauan terhadap barang-barang yang beredar, Pemantauan terhadap Perizinan Usaha Perdagangan, Tanda Daftar Perusahaan;
  7. mengembangkan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait, Asosiasi Usaha/Niaga tentang hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan tugas;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Bahan Pokok dan Barang Penting

(1)  Kepala Seksi Bahan Pokok dan Barang Penting mempunyai tugas menyusun, memproses dan melaksanakan pembinaan dan pengembangan distribusi barang dan jasa di berbagai sektor.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. menyusun rencana dan kegiatan kerja Seksi Bahan Pokok dan Barang Penting sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
  2. menganalisa data hasil penyaluran barang dan jasa;
  3. menyusun dan menyiapkan bahan dalam rangka pelaksanaan kegiatan operasi pasar dan pasar penyeimbang;
  4. menyusun dan menyiapkan bahan dalam rangka monitoring harga sembilan bahan pokok, barang penting dan barang strategis lainnya termasuk pupuk bersubsidi;
  5. menyusun dan menyiapkan bahan dalam rangka monitoring gudang serta pembinaan dan pengawasan dan pengawasan terhadap pelaku usaha Agen/Pangkalan Liquid Petroleum Gas (LPG) dan BBM;
  6. merancang kegiatan dalam rangka penyaluran sembako kepada masyarakat miskin;
  7. menganalisis dan memeriksa pendaftaran dan perpanjangan izin Agen/ Pangkalan Liquid Petroleum Gas (LPG) dan BBM serta permasalahan yang berhubungan dengan distribusi dan pemecahan masalah;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Bina Usaha, Promosi, Pemasaran dan Pendaftaran Perusahaan

(1)  Kepala Seksi Bimbingan Usaha, Promosi, Pemasaran dan Pendaftaran Perusahaan mempunyai tugas menyusun, memeriksa dan melaksanakan bimbingan usaha dan pendaftaran perusahaan.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. menyusun program dan kegiatan kerja Seksi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
  2. menganalisis data atau informasi perizinan dan non-perizinan di bidang usaha perdagangan;
  3. menyusun dan menyiapkan bahan dalam rangka pemantauan, pengendalian dan evaluasi pengembangan usaha;
  4. merancang bahan dalam rangka bimbingan teknis usaha dan pendaftaran perusahaan serta menyusun pedoman dalam bentuk leaflet petunjuk teknis pendaftaran perusahaan, buku registrasi perusahaan;
  5. menganalisis dan memeriksa pendaftaran serta perpanjanganizin-izin usaha yang melekat pada seksi;
  6. memeriksa dan melaksanakan tinjauan lapangan terhadap masalah-masalah di bidang usaha;
  7. merancang kegiatan dan ikut serta dalam pameran baik di dalam maupun luar daerah, promosi baik di dunia maya (internet) maupun di dunia nyata;
  8. menyusun dan menyiapkan bahan dalam rangka sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan dan monitoring tempat penjualan minuman beralkohol;
  9. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  10. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  11. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  12. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  13. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga

(1)  Kepala Seksi Perlindungan Konsumen mempunyai tugas menyusun, memeriksa dan melakukan kegiatan  perlindungan konsumen dan pengawasan terhadap perizinan bidang perdagangan.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. menyusun program dan kegiatan kerja Seksi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
  2. menyusun dan menyiapkan bahan dalam rangka pengawasan terhadap kegiatan distribusi barang pokok, barang penting dan barang yang diatur, serta kegiatan perdagangan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
  3. melaksanakan pengawasan terhadap Standard Nasional Indonesia (SNI) wajib serta pengendalian mutu produk ber-SNI;
  4. mensosialisasikan gerakan konsumen cerdas;
  5. menyusun dan menyiapkan bahan dalam rangka pengawasan terhadap barang dan jasa yang tidak memenuhi aspek keamanan, keselamatan dan kesehatan;
  6. menyusun dan menyiapkan bahan dalam rangka pembinaan kepada konsumen dan produsen mengenai hak dan kewajiban serta tanggung jawab sebagai pelaku usaha;
  7. merancang kegiatan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai instansi dalam hal pengawasan barang yang menggunakan zat berbahaya, dengan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Nasional (BPSK) maupun daerah serta lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat;
  8. mensosialisasikan informasi tentang perlindungan konsumen, masyarakat dan pelaku usaha;
  9. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  10. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  11. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  12. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  13. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala  Bidang Sarana Distribusi Dan Logistik

(1)  Kepala Bidang Sarana Distribusi Dan Logistik mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan penyusunan program, penyiapan bahan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan pengelolaan pasar, pelayanan umum, pengembangan pasar, sarana dan prasarana pasar, penanganan retribusi, dan pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. merumuskan rencana kerja dan kegiatan bidang pengelolaan pasar sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
  2. merumuskan petunjuk dan menyiapkan pemberian bimbingan teknis pengelolaan pasar, pelayanan umum, pengembangan pasar, sarana dan prasarana pasar, penanganan retribusi pasar;
  3. memeriksa dan memproses rekomendasi Perizinan di bidang pengelolaan pasar;
  4. memeriksa dan melaksanakan pengendalian pengelolaan pasar daerah, pasar swasta, pasar hewan, pedagang tetap dan pedagang tidak tetap;
  5. mengelola kegiatan teknis, bimbingan dan pembinaan, pemeliharaan, pengembangan dan pendayagunaan, asuransi penertiban, pengamanan dan pengendalian pada pasar daerah, pasar swasta, pasar hewan, tempat perdagangan umum dan jasa maupun fasilitas pasar;
  6. mengembangkan koordinasi dan kerjasama tentang pengelolaan pasar dengan berbagai pihak;
  7. melaksanakan pembinaan, pemantauan terhadap pedagang kreatif lapangan;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pasar

(1)  Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pasar mempunyai tugas menyusun, memproses dan melaksanakan pembinaan dan pengembangan sarana dan prasarana pasar.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. menyusun rencana dan kegiatan kerja seksi sarana dan prasarana pasar sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
  2. menyusun dan menyiapkan bahan penataan, pemanfaatan dan pemeliharaan kebersihan bangunan pasar dan fasilitas lainnya di lingkungan pasar;
  3. melaksanakan urusan teknis, keadaan fisik maupun fisik pasar daerah, pasar swasta, pasar hewan, dan jenis pasar lainnya;
  4. melaksanakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait penataan, perbaikan dan pemeliharaan bangunan pasar dan fasilitas lainnya;
  5. melaksanakan bimbingan dan penyuluhan bagi para pedagang untuk menjaga kebersihan keamanan dan kenyamanan pasar;
  6. melaksanakan pengurusan asuransi bangunan pasar dan fasilitas asuransi pedagang pasar dan barang jualannya serta pendistribusian fasilitas sarana dan prasarana pada pasar daerah;
  7. melaksanakan pembersihan drainase, penyediaan alat pemadam kebakaran, alat-alat kebersihan dan kelengkapan petugas lapangan pada pasar daerah;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Pengelolaan Pedagang Kreatif Lapangan

(1)  Kepala Seksi Pengelolaan Pedagang Kreatif Lapangan mempunyai tugas menyusun, memproses dan melaksanakan pembinaan, pengendalian, penyuluhan bagi pedagang kreatif lapangan.

(2)  Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. menyusun rencana dan kegiatan kerja seksi Pengelolaan Pedagang Kreatif Lapangan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
  2. menyusun dan menyiapkan bahan Pembinaan, pengendalian dan penyuluhan bagi Pedagang Kreatif Lapangan;
  3. menyusun dan menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan ketentuan pengaturan dan pengendalian Pedagang Kreatif Lapangan;
  4. menyiapkan bahan penyusunan penetapan tata letak zoning lokasi serta pelaksanaan pengaturan, penempatan dan penetapan pemanfaatan lahan bagi Pedagang Kreatif Lapangan;
  5. menyusun dan menyiapkan bahan untuk penyajian data dan informasi di bidang Perizinan, bimbingan dan penyuluhan;
  6. menyusun dan menyiapkan bahan pembinaan, pengawasan, pemantauan dan pengendalian dibidang pengaturan dan pengendalian;
  7. menyusun dan menyiapkan bahan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pengaturan dan pengendalian;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

 

Kepala Seksi Penanganan Retribusi Pasar

  • Kepala Seksi Penanganan Retribusi Pasar mempunyai tugas menyusun, memproses dan melaksanakan pengelolaan retribusi pasar.
  • Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:
  1. menyusun rencana dan kegiatan kerja Seksi Penanganan Retribusi Pasar sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
  2. menyusun rencana target retribusi pasar daerah, pasar swasta, pasar hewan, pedagang tetap dan pedagang tidak tetap;
  3. menyusun bahan dalam rangka melaksanakan pendataan potensi pedagang pasar daerah, pasar swasta, pasar hewan, pedagang tetap dan pedagang tidak tetap dalam rangka penyusunaan Pendapatan Asli Daerah di bidang pasar;
  4. menyusun dan menyiapkan bahan dalam rangka melaksanakan peningkatan sumber-sumber pendapatan daerah melalui administrasi Perizinan tempat berjualan dan dana pembinaan pasar daerah serta penagihan retribusi pasar daerah, pasar swasta, pasar hewan, pedagang tetap dan pedagang tidak tetap;
  5. melaksanakan penyusunan dokumentasi dan pelaporan keuangan serta tunggakan pungutan retribusi pasar secara berkala dan periodik sebagai bahan evaluasi kesesuaian antara penetapan target dan realisasi penerimaan retribusi pasar;
  6. memproses dan menerbitkan Kartu Tanda Pengenal Pedagang, surat kontrak pengelolaan MCK pada pasar daerah dan surat ijin menempati jualan dan para pengelola MCK yang telah habis masa berlakunya;
  7. melaksanakan pemeriksaan dan pemantauan kepada para pedagang yang memiliki ijin menempati tempat jualan dan para pengelola MCK yang telah habis masa berlakunya;
  8. melaksanakan pembagian tugas dan memberi bimbingan/petunjuk pelaksanaan kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis agar tugas segera diproses lebih lanjut dan tidak terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan tugas;
  9. memeriksa kesesuaian antara petunjuk kerja dengan hasil kerja bawahan guna penyempurnaan hasil kerja selanjutnya;
  10. menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan bawahan sebagai bahan masukan bagi pimpinan;
  11. mengonsep penilaian prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); dan
  12. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.