Breaking News

Kehadiran Pengusaha di Palangka Raya Bantu Pendapatan Daerah

BORNEONEWS, Palangka Raya- Kehadiran para pengusaha besar di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dapat membantu mendongkrak pendapatan daerah.

Hal ini disampaikan Kepala Disperindag Kota Palangka Raya Ikhwanudin dalam Dialog Dunia Usaha yang digagas Lippo Group, Siloam Hospital dan Apindo Kalteng di Palangka Raya, Selasa (18/12/2018) malam.

Ikhwanudin hadir pada kegiatan itu mewakili Wali Kota Fairid Naparin. Hadiri pula Founder Lippo Group Mochtar Riady, Kepala Kadin Kalteng Tugiyo Wiratmodjo, dan para pengusaha lainnya.

“Kami atas nama pemerintah berterima kasih atas kedatangan bapak/ibu. Mudah-mudahan, kegiatan seperti ini bisa digelar secara rutin baik dari Apindo maupun Kadin,” kata Ikhwanudin.

“Karena ini memberikan kontribusi untuk Palangka Raya. Misalnya menyewa hotel, bisa juga memanfaatkan susur sungai,” imbuhnya.

Dengan luas Provinsi Kalteng yang mencapai satu setengah kali Pulau Jawa dan memiliki kekayaan alam yang berlimpah, Ikhwanudin menyebut diperlukan dukungan dari pengusaha, terutama pengusaha besar, untuk turut memfasilitasi dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM).

Hal senada juga disampaikan Tugiyo Wiratmojo. “Saya yakin, kedepan masa depan Indonesia ada di Kalteng,” ucapnya.

Sementara itu, Mochtar Riady mengaku sangat tersanjung mendengar paparan Ikhwanudin. Pengusaha sukses yang kini berusia 90 tahun itu menyebut dibutuhkan keberanian untuk bisa menuju kesuksesan.

Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu menceritakan, pada usia 7 bulan kakeknya meninggal dunia. Di usia 7 tahun giliran neneknya yang dipanggil Sang Khalik.

Berlanjut ke ibunya yang dipanggil Sang Pencipta ketika dia berusia 9 tahun. Dua tahun kemudian, tiga adiknya meninggal. Musibah yang bertubi-tubi itu sempat membuat Mochtar sengsara.

Singkat cerita, berkat perhatian ayahnya dia mampu sekolah hingga ke perguruan tinggi. “Kalau zaman dulu, tamat SMP sudah bersyukur. Nah setelah saya lulus S1, saya balik ke Malang. Saya katakan ke ayah saya bahwa saya ingin berusaha di Ibu Kota Jakarta.”

Mendapat pernyataan itu, ayahnya tidak setuju karena menilai tidak ada modal dan dukungan dari pengusaha besar.

Mochtar kembali menjelaskan hingga akhirnya sang ayah setujui. Saat di Jakarta, ia berhasil mengembangkan lima bank kecil menjadi besar. Ia juga memiliki partner top pengusaha di Jakarta.

“Yang ingin saya katakan adalah kalau saya tidak berani keluar dari Malang, tidak berani ke Jakarta maka nasib saya menjadi malang betul. Jadi intinya saya ingin mengundang bapak/ibu bahwa perlu ada tekad keberanian untuk melakukan hal baru,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*