Breaking News

Jajaki ke Pasar Eropa

PALANGKA RAYA – Suatu hal yang membanggakan untuk Palangka Raya. Pasalnya, produk lokal Kota Cantik ini dapat menembus pasar luar negeri. Melihat itu, ada potensi cukup besar untuk pengembangan produk lokal demi perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Palangka Raya Aratuni D Djaban mengatakan ada satu perusahan industri yang mengekspor produknya sampai ke luar negeri dengan produk andalannya adalah gagang sapu dan sumpit.

“Mereka sudah ekspor ke luar negeri kalau tidak salah ke benua Asia,” ucapnya belum lama ini.

Dijelaskan Aratuni, tujuan ekspor dari produk olahan dari kayu tersebut saat ini adalah negara Taiwan. Dengan ribuan kubik gagang sapu dan sumpit tersebut sudah ada beberapa kali dikirimkan ke Taiwan.

“Artinya ini bagus ada peningkatan dan jarang sekali industri dari Palangka Raya dapat menembus pasar luar negeri, dan pasti kami tetap mengutamakan kualitas produk,” tukasnya.

Tak hanya di Asia saja nantinya untuk pengembangan produk tersebut. Pihak Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, berupaya untuk menjalin kerja sama dengan Benua Eropa yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng.

“Kita mulai mencoba menjajaki ke pasar Eropa mungkin ke negara Swiss, yang dengan jenis dari kayu namun produk yang berbeda,” terang Aratuni.

Ungkap Aratuni, ada beberapa hal yang menjadi kendala untuk memenuhi ekspor tersebut nantinya, yakni bahan baku kayu yang semakin sulit dicari sehingga harus mencari sampai ke daerah-daerah luar kota ini.

“Ya itu jadi kendala kami di bahan baku, sehingga ini harus dicarikan solusi dari industri ini untuk kayu sebagai bahan baku terpenuhi untuk memenuhi pasar mereka,” tambahnya.

Di samping itu, daerah pengiriman ekspor ini juga menjadi kendala karena harus melalui pelabuhan Trisakti Banjarmasin Kalsel. Yang secara data tentunya akan terdata melalui wilayah tersebut.

“Mungkin pusat menilai ekspor tersebut dari wilayah Kalsel, padahal di wilayah kita juga ada pelabuhan yang bisa digunakan untuk mengirim barang ekspor tersebut yang secara data masuk di wilayah kita,” ungkap Aratuni. (ari/ila/iha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*